Photo Thumb
Photo Thumb
Photo Thumb
Photo Thumb
   

       

SPS PERBANAS INSTITUTE

Sample image

Program Magister Manajemen Institute Perbanas Telah Terakriditasi oleh Badan Akriditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan nilai B

Indonesia Banking Award 2012

Selasa, 23 Agustus 2011 11:01:39 - oleh : admin
Indonesia Banking Award 2012

Pemerintah Indonesia Banking Award 2012 terbilang berbeda dengan pemeringkatan bank yang biasanya dilakukan pihak lain. Penilaian pemenang tak hanya didasarkan pada kinerja keuangan perbankan semata, tetapi juga pada kinerja efisiensi relatif industri perbankan. Bobotnya masing-masing 50 persen. Metode penilainya ini sengaja dipilih untuk mendukung upaya agar perbankan nasional termotivasi untuk juga diperhatikan masalah efisiensi.


Pengkajian dan penilaian itu dilakukan Tim Peneliti Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Perbanas Institute secara independen, dari data laporan keuangan bank-bank yang telah diaudit, periode April 2011 hingga april 2012. Tim diketuai oleh Zaenal AbidinPh.D dengan anggota tim Dr.Endri, dan Dyah Nirmalawati,SE,MSi. "Pada penyelengaraan tahunke-5 ini, kami melakukan penilaian pada 118 bank, yang terdiri dari 107 bank konvensional dan11 bank syariah," ujar Zaenal Abidin.


Disisi kinerja keuangan, yang dinilai meliputi modal perbankan) capitaladequacy ratio/CAR), kualitas aset (non-performingloan/NPL), earning (seperti NIM, ROA, DAN BOPO), serta likuiditas (loan to deposit/LDR). Metode ini dikenal dengan nama CAEL.


Sedangkan kinerja efisieni diukur dengan mengunakan data envelopment analisist (DEA) DEA merupakan pendekatan non paeametric berbasis program linier yang menghitung perbandingan rasio input dan output untuk semua unit yang diteliti, dan kemudian dilakukan perbandingan antar unit dalam sebuah populasi.


Menurut Zaenal, pengukuran efisiensi perbankan pada pemeringkatan tahun ini semakin dipertajam ketimbang tahun sebelumnya.ini pengukuran efisiensi dengan metode DEA yang dilakukan tidak lagi memperhitungkan komponen pendapatan bunga dan biayaunga. Komponen input tiap bank hanya meliputi dana pihak ketiga, dan seluruh biaya overhead. Sementara komponen output-nya hanya kredit yang diberikan, dan pendapatan non-operasional selainbunga."Ini bertujuan untuk melihat efisiensi bank yang sebenarnya," kata Zaenal.


Selanjutnya kinerja keuangan dan kinerja Efisiensi digabungkan dengan bobot penilaian yang sama, yaitu 50:50. Dari nilai rating tersebut, ditentukan bank yang mendapatkan penghargaan sebagai bank berkinerja keuangan sekaligus efisiensi terbaik. Yaitu, bank yang memiliki nilai tertinggi pada kedua kinerja tersebut, pada masing-masing kategori.


Melalui pengkajian dan pemeringkatan ini perbanas Institute berharap bisa berkontribusi kepada masyarakat dalam memberikan informasi yang independen tentang industri perbankan diIndonesia. Hasil Peringkatan, diharapkan bisa membantu masyarakat dalam memilih bank yang baik dan bisa dipercaya, "Karena kompetensi utama kami adalah perbankan,  maka diharapkan masyarakat jika bertanya tentang segala hal mengenai perbankan yang tepat adalah keperbanas institute, "ujar Dekan Pascasarjana Perbanas Institute, ImamWahyudi.


TIM INFO TEMPO

Baca Juga